KPU Peringati Nuzulul Quran 1438 Hijriah

PortalPilkada.Id | Bertepatan dengan ibadah puasa hari ke-25, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menggelar tausiah keagamaan untuk memperingati Nuzulul Quran 1438 Hijriah. Kegiatan tersebut digelar di ruang sidang utama kantor KPU RI, Jakarta, Selasa (20/6).

Hadir sebagai penceramah, Ustadz Riza Muhammad menyampaikan materi ‘Al-Quran yang (tak lagi) dirindukan’. Ia mengisahkan, ketika Ramadhan tiba, para sahabat nabi berlomba-lomba untuk mengkhatamkan Al-Quran dalam hitungan hari. Namun saat ini umat Islam cenderung melupakan firman Allah tersebut karena tenggelam dengan kesibukan duniawi.

“Utsman Bin Affan tamat Quran kalau bulan Ramadhan 3 hari sekali, Abu Bakar lebih hebat, setiap 2 hari sekali di bulan Ramadhan, kita berapa kali? Minimalis. Artinya apa? Terlalu banyak urusan dunia yang membuat kita lupa akan petunjuk Allah yang ada di dalam Quran,” kata Riza.

Menurut dia, jarak itulah yang membuat seseorang gagal memaknai ibadah puasa di bulan Ramadhan secara menyeluruh. Akibatnya puasa tidak lebih dari sekedar rutinitas pelepas kewajiban, daripada sarana meningkatkan kualitas pribadi.

“Banyak dari kita yang berpuasa, tetapi 'gatal'. Gagal Total. Sebab ia tidak memiliki bekal yang baik. Tidak dekat dengan Quran. Padahal di dalam salah satu hadits dikatakan, hendaklah kamu berpuasa dan menjaga mulut. Jadi ketika anda berpuasa, tetapi tidak bisa menjaga perkataan, maaf. Allah tidak membutuhkan puasa kita. Ini salah satu sebab mengapa kita gagal,” terang dia.

Bagi yang mengenal Al-Quran, Riza mengatakan, pada momen Ramadhan inilah orang semakin lebih baik dalam menjaga diri. Baik karena hakikat puasa sebagai perisai diri, maupun hakikat taqwa yang mengamanatkan umat untuk menjaga diri dari perbuatan dan perkataan yang sia-sia.

“Puasa adalah perisai diri. Maka hendaklah berpuasa dengan menjaga mulut, tidak menjelekkan orang, tidak menyakiti perasaan orang. Jadi dengan puasa sebenarnya kita dijaga agar apa yang kita katakan baik, tidak menyinggung. Karena di Surat Al-Baqarah dikatakan, ‘berkatalah baik kepada manusia’, Surat Al-Mukminun mengatakan, ‘akhlaq itu adalah orang yang menghindarkan diri dari perbuatan dan perkataan yang sia-sia’,” papar Riza.

Selain diisi dengan tausiah keagamaan, peringatan Nuzulul Quran itu juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim.

Ketua KPU RI, Arief Budiman mengatakan, santunan tersebut merupakan bentuk dari kepedulian dan kebersamaan yang diberikan KPU kepada anak-anak yatim.

Menurut Arief, kepedulian kepada anak yatim merupakan hal yang penting, karena dari tiap-tiap yang seseorang miliki ada sebagian yang menjadi hak bagi anak yatim.

“Kepedulian itu penting. Dan ini disebutkan dalam Al-Quran, di mana kita tidak hanya harus kenal, tetapi harus peduli dengan anak-anak yatim. Karena sebagian dari milik kita adalah hak bagi mereka,” tutur Arief.

Oleh sebab itu Arief mengingatkan untuk tidak mendurhakai anak yatim. Arief mengatakan, mendurhakai anak yatim sama halnya dengan perbuatan mendustakan agama.

“Karenanya kita tidak boleh mendurhakai mereka, jika mendurhakai, itu sama saja dengan mendustakan agama. Selain itu kegiatan ini juga sebagai rasa bersyukur kita karena telah diberi banyak hal oleh Allah,” kata Arief. (FOTO KPU/Humas)






0 Response to " KPU Peringati Nuzulul Quran 1438 Hijriah"

Posting Komentar


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel