CBA: Dana Parpol Naik Ancam Kebangkrutan APBD di Daerah


PortalPilkada.Id | Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi, menilai kenaikan subsidi bantuan keuangaan partai politik (parpol) menjadi Rp 1000 per suara, akan menggerus APBN dan mempercepat kebangkrutan anggaran daerah atau APBD di daerah.

Menurutnya, subsidi partai ini bukan hanya diperuntukkan pengurus partai pusat saja.

“Tapi partai di daerah melalui ABPD akan pesta dengan anggaran.  Ya, mereka akan pesta karena partai yang mendapat subsidi dari APBD,” kata Uchok pada Rabu (12/7).

Apalagi, imbuhnya,  terkadang laporan penggunaan  tidak ada, terkadang suka telat melaporkan.

“Apalagi dari sudut pandang transparansi dan akuntabilitas, subsidi dari APBD buat partai selalu gelap gulita, karena dianggap APBD itu duit nenek moyang mereka,” pungkasnya.

Seperti diketahui, awalnya memang subsidi bantuan keuangan partai sebesar Rp 108 per suara.

“Tapi tiap tahun subsidi per suara bantuan keuangan partai ini naik setiap tahun,” jelas Uchok.

Merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 137 tahun 2015, subsidi bantuan keuangan partai politik, pada tahun 2016 sudah di angka Rp.114 per suara. Pada tahun 2017 Rp 120 per suara, pada tahun 2018 naik menjadi Rp 125 per suara. Pada tahun 2019 akan menjadi Rp 132 per suara.

Artinya, anggaran subsidi bantuan partai politik untuk satu suara rakyat, secara perlahan akan selalu mengalami kenaikan. Selain itu publik tidak memprotes atas subsidi partai tersebut.

“Maka dicoba digulirkan, kenaikannya menjadi Rp 1.000 per suara,” demikian Uchok.(*)

0 Response to " CBA: Dana Parpol Naik Ancam Kebangkrutan APBD di Daerah"

Posting Komentar


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel