Header Ads

Gus Halim Minta Kader NU Kompak Hadapi Pilgub Jatim 2018

PortalPilkada.Id | Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar menghimbau kader dan warga NU Jawa Timur kompak dan bisa berbagi peran dalam menghadapi pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018.

Demikian hal tersebut diutarakan Gus Halim saat peresmian kantor MWC NU Ploso, Jombang, pada Sabtu 15/7/2017).

Menurut Gus Halim, pemilihan Gubernur Jawa Timur adalah peluang penting bagi NU menempatkan kadernya di pemerintahan.

"Sebagai kader NU, saya sendiri rela mundur dari pencalonan Gubernur Jawa Timur setelah permintaan kiai NU. Tujuannya, agar NU bersatu dan PKB mendukung Gus ipul sebagai calon Gubernur," katanya.

Oleh karena itu, Gus Halim minta kader harus kompak. "Kader NU harus bisa membagi peran dalam berkhidmat membesarkan jamiyah dan membentengi NU. Karena musuh NU terus bergerak secara terorganisir menggerogoti NU," katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar mengatakan telah menetapkan bakal calon gubernur yang akan diusung pada Pilkada Jawa Timur 2018.

Nama Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim, menjadi kandidat yang akan dicalonkan.

"Jawa Timur kita sudah punya calon yaitu Ketua DPW PKB Jatim," kata Muhaimin di Kantor DPP PKB, Jakarta, Sabtu (29/4/2017), seperti dirilis Kompas.

Namun karena ada saran dan nasehat Kiai NU, Gus Halim yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Jawa Timur mengurungkan niatnya untuk maju dalam Pilgub Jatim 2018. Selanjutnya, ia pun mendukung Cak Imin untuk maju dalam Pilgub Jatim ini.

Saat ini, peta politik berubah sangat cepat. Ternyata, selain ada nama Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, nama Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Bupati Trenggalek Emil Listyanto Dardak juga disebut-sebut memiliki kans yang sama dalam Pilgub Jatim 2018. (Hadi)

Tidak ada komentar


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.