Header Ads

KPU Purwakarta Ajak Masyarakat Aktif Kawal Pilkada 2018


PortalPilkada.Id | Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purwakarta, Deni Ahmad Haidar mengajak masyarakat agar aktif mengawal pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Purwakarta 2018.

Menurut Deni peran aktif masyarakat menentukan tingkat kematangan berdemokrasi. Terlebih pilkada menjadi salah satu alat yang sah menentukan pemimpin daerah untuk lima tahun mendatang.

“Masyarakat diharapkan untuk berperan aktif menjelang Pilkada Purwakarta 2018 mendatang,” tutur Deni Haidar usai menghadiri upacara HUT Bhayangkara ke-71 di lapangan Pesanggrahan Padjajaran Purwakarta, kemarin.

Pada bulan Juli ini persiapan menjelang pilkada serentak 2018 sudah dilaksanakan. Diantaranya mulai tahapan kebutuhan anggaran untuk pilkada 2018 yang tinggal menunggu pencairan.

KPU Purwakarta sendiri, terang Kang Deni, telah melakukan penandatanganan MoU dengan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi.

“Jadi soal anggaran tinggal menunggu waktunya saja,” tukasnya.

Di saat yang sama KPU sendiri sudah mulai menyiapkan kebutuhan petugas di lapangan, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa. Di tingkat kecamatan sedikitnya ada lima petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan tiga petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat desa.

Soal daftar pemilih pada Pilkada Purwakarta 2018, KPU sudah bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Purwakarta mengenai data ril penduduk. Referensi yang digunakan adalah data penduduk wajib kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el), baik yang sudah tercetak, sudah direkam maupun akan direkam KTP-el.

“Namun yang pasti bahwa pemilih pada Pilkada 2018 harus memiliki e KTP,” tutur Deni Haidar. (Sumber: Purwakartapost)


Tidak ada komentar


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.