Header Ads

LKPI: Dugaan Kasus Korupsi e-KTP Pengaruhi Elektabilitas Ganjar Pranowo di Pilgub Jateng

PORTAL PILKADA - Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) melakukan survei untuk melihat peluang di Pilkada Jeteng 2018. LKPI merilis hasil survei dengan tema "Siapakah Tokoh yang Berpotensi Memimpin Provinsi Jawa Tengah pada Pilgub 2018".

Sebelum memotret tingkat akseptabilitas dan elektabilitas para bakal calon, terlebih dahulu LKPI mengukur popularitas mereka.

Hasilnya, Ganjar Pranowo masih berjaya di angka 89,3 persen. Namun, popularistas sang petahana tidak lepas dari pemeriksaan dirinya oleh KPK dalam kasus e-KTP.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutive LKPI Arifin Nurcahyono dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Senin (24/7).

Adapun hasil lengkap tingkat popularitas dari 20 bakal calon gubernur Jateng tersebut adalah sebagai berikut:

Ganjar Pranowo 89,3 persen
Musthopa 79,2 persen
Triyono Budi Sasongko 74,5 persen
Yoyok Riyo Sudibyo 73,2 persen
Rutriningsih 71,2 persen
Budi Waseso 71,2 persen
FX Hadi Rudyatmo 68,3 persen
Hidayat Nur Wahid 67,4 persen
Enthus Susmono 67,2 persen
Agus Sutomo 61,2 persen
Wisnu Suhardono 61,2 persen
Budiman Sujatmiko 53,2 persen
Ferry Joko Juliantono 52,2 persen
Seno Samodro 51,7 persen
Mundjirin 51,3 persen
Marwan Jaffar 49,3 persen
Abdul Wahid 49,2 persen
Hendrar Prihadi 48,9 persen
Nusron Wahid 45,3 persen
Sudirman Said 40,2 persen.

Survei LKPI dimulai dari 8 sampai 18  Juli 2017 dengan melibatkan 1.668 masyarakat Jateng sebagai responden yang ditentukan dari total DPT Pilpres 2014 Jateng 27.385.217 pemilih.

Adapun survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error +/- 2.4 persen.
(rilis)

2 komentar:

  1. iyalah ngapain kita dukung orang yang kena korupsi, toh masih ada yang bagus di antar ganjar

    BalasHapus
  2. makanya pak jangan ikut ikutan lw korupsi, pemimpin itu harus bersih dan jujur

    BalasHapus


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.