Header Ads

Pilgub Jatim 2018, Saatnya Jatim Dipimpin Wanita


PortalPilkada.Id | Jelang Pilgub Jatim 2018, suara dukungan untuk Ketua Muslimat NU Khofifah terus menguat. Sepertinya rakyat Jatim menginginkan Jatim dipimpin oleh wanita.

"Saya setuju kalau ibu Khofifah yang jadi. Sudaj saatnya wanita diberi peluang untuk memimpin Jawa Timur, paling tidak ada perubahan nuasan yang lain, ga itu-itu aja," kata Hj. Umamy Hisyam, Ketua Tim Penggerak UMKM Muslimat Gresik kepada Portal Pilkada, hari ini.

Alasan dukungan kepada Khofifah, ia menyebutkan, bahwa dua kali pemilihan langsung Pilgub Jatim (tahun 2008 dan tahun 2014), Khofifah selalu sanggup bersaing ketat dengan Pakde Karwo. Bahkan pada putaran pertama Pilgub Jatim 2008, Khofifah sempat menang tipis.

"Jadi saya yakin jika diberi kesempatan, pendukungnya tetap memberi dukungan buat Bu Khofifah," imbuhnya.

Dalam catatan Umamy, Khofifah dikenal sebagai politikus yang ulet, visioner, pantang menyerah, dan bersifat amanah. Sejak era Reformasi, Khofifah lekat dengan sebutan tokoh pembaharuan. Banyak orang tidak bisa melupakan kepiawaian ketika Khofifah duduk di kursi parlemen.

Selama bertahun-tahun, Khofifah dipercaya memimpin Muslimat NU. Badan Otonom (Banom) NU ini sukses mengelola rumah sakit, sekolah, universitas, maupun beragam kegiatan di sektor ekonomi. Pengajian Muslimat NU juga berjalan lancar dari tingkat pusat sampai di pelosok desa terpencil.

Sementara saat ini, suara kaum Nahdliyin terpecah oleh adanya 2 calon yang sama-sama kader NU, yakni Gus Ipul dan Khofifah.
Selain itu, ada pula nama Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang popularitasnya tak bisa diabaikan begitu saja, meskipun terakhir ini PDIP kurang mendapat dukungan rakyat akibat efek Pilkada Jakarta yang mendukung calon penista agama. (HD)

Tidak ada komentar


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.