Pilwako Jambi 2018 Telan Biaya Rp. 24,4 Miliar APBD Daerah

PortalPilkada.Id | Pemerintah Kota Jambi dan KPU Kota Jambi kemarin (13/7) resmi melakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) anggaran Pemilihan Walikota (Pilwako) Jambi 2018.

Dengan penandatangan ini tahapan Pilwako bisa segera dimulai. Sesuai tahapan, persiapan Pilwako akan dimulai pada Agustus mendatang. Sedangkan tahapan pemungutan suara akan digelar 27 Juni 2018 mendatang.

NPHD tidak diberikan sekaligus, melainkan dalam dua tahap. Tahap I berjumlah Rp.6.042.545.000,- akan dianggarkan di APBD 2017. Sedangkan sisanya akan dianggarkan dalam tahap II sebesar Rp.18.402.679.275 di APBD 2018 nanti.

“Totalnya sebesar Rp 24.445.224. 275,” kata Walikota Jambi, Syarif Fasha, kemarin.

Lebih lanjut, Fasha berharap penyelenggaraan Pilwako 2018 nanti lebih sukses dari tahun sebelumnya. Baik pengamanan, maupun tingkat partisipasi pemilih. “Pilkada tahun depan harus lebih berkualitas dari sebelumnya,” harapnya.

Kepada KPU, Fasha juga berpesan agar anggaran itu digunakan dengan efektif dan seefisien mungkin, sesuai peruntukannya. “Jangan sampai melanggar aturan hukum yang bisa menimbulkan persoalan hukum di belakang hari,” kata Fasha berpesan.

Menurut Fasha, penyelenggaraan Pilwako 2018 juga harus lebih baik dari tahun sebelumnya. Apalagi berdasarkan draf usulan NPHD yang disampaikan KPU, ada kenaikan honor bagi Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). “Kenaikan honor PPS dan PPK harus bisa mendorong Pilwako menjadi lebih berkualitas, baik dari segi pemilihan maupun partisipasi pemilihnya. Jangan seperti tahun-tahun sebelumnya,” terangnya.

0 Response to "Pilwako Jambi 2018 Telan Biaya Rp. 24,4 Miliar APBD Daerah"

Posting Komentar


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel