Header Ads

Dapat Restu Prabowo, Survey La Nyalla Langsung Tertinggi di Pilgub Jatim 2018


PortalPilkada.Id | Restu Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang menyebut Ketua Umum Kadin Jawa Timur La Nyalla layak untuk memimpin Jatim rupanya membawa pengaruh besar pada tingkat elektabilitas dan popularitas calon kandidat.

Hal itu terbukti dengan hasil survey terkini yang diselenggarakan Indonesia Development Monitoring (IDM)  terkait jajak pendapat kepada masyarakat Jawa Timur telah menempatkan La Nyalla sebagai kandidat tertinggi tingkat popularitasnya untuk saat ini, bahkan mengalahkan petahana Gus Ipul yang juga berniat maju di Pilgub Jatim.

Baca juga: Prabowo Mulai Sebut La Nyalla di Pilgub Jatim

Menurut Direktur Executive IDM, Andri Gunawan menyebut La Nyalla saat ini tertinggi di Jatim. Asumsi itu berdasarkan survei yang diselenggarakan pada 18 sampai 30 Juli 2017, meliputi 38 kabupaten/ Kota di Jatim.

Mereka mengambil responden sebanyak 1816 Pemilih dengan margin of error +/-2,3% dan tingkat kepercayaan 95%.

"Dari pemetaan survei awal terkait nama nama tokoh yang disebut oleh masyarakat di seluruh pelosok Jawa Timur, terdapat 7 nama tokoh yang dianggap layak untuk menjadi calon Gubernur Jawa Timur pada Pilgub Jatim 2018, yakni Saifullah Yusuf, Tri Rismaharini, Abdullah Azwar Anas, La Nyala Mataliti, Khofifah Indar Parawangsa, Imam Nachrowi, dan Kusnadi," terangnya seperti tertulis dalam rilis  yang diterima redaksi, Kamis (10/8).

Andri Gunawan menyatakan, dari sisi kriteria kemampuan dari Gubernur yang diinginkan oleh masyarakat Jawa Timur, temuan survei, sebanyak 16,3% responden yang menginginkan Gubernur jujur, sedangkan yang menginginkan Gubernur mampu mengatasi masalah ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur sebanyak 59,8%, yang menginginkan Gubernur bersih dari Korupsi 17, 7% dan yang menginginkan Gubernur dekat dengan masyarakat sebanyak 6,2%.

Sementara dari sisi popularitas Saifullah Yusuf yang saat ini menjabat Wakil Gubernur Jawa Timur ternyata hanya diperoleh sebanyak 81,3% responden, Walikota Surabaya Tri Rismaharini sebanyak 88,7 persen, dan Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa 88,9%.

Yang mengejutkan, mantan Ketua PSSI La Nyalla Mataliti dikenal oleh 88,8% masyarakat Jawa Timur, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memiliki tingkat popularitas sebesar 51,7%, dan Menpora Imam Nachrowi memiliki tingkat popularitas 53,7%.

Sementara pada tingkat akseptabilitas publik Jawa Timur terhadap para tokoh, menunjukkan bahwa Saifullah Yusuf hanya diterima oleh 61,7% responden. Sedangkan La Nyalla Mataliti justru memiliki tingkat Akseptabilitas sebesar 76,9%.

"Ini menunjukkan La Nyalla Mataliti tokoh yang paling banyak diterima oleh masyarakat Jawa Timur di bandingkan dengan Tri Risma Harini yang hanya memiliki tingkat akseptabilitas sebesar 70,7% kemudian Khofifah Indar Parawangsa 75,5%. Disusul Imam Nachrowi 51,2% serta Abdullah Azwar Anas sebesar 50,3%," katanya.

Dinilai dari tingkat kapabilitas para tokoh pun, hasil survei menunjukkan bahwa La Nyalla Mataliti adalah tokoh yang paling tinggi memiliki tingkat kapabilitas yang dinilai oleh responden untuk memimpin Jawa Timur yaitu sebesar 78,7%.

"Masyarakat menilai pengalaman La Nyalla sebagai Ketua Kadin Jawa Timur dan mantan Ketum PSSI serta latar belakangnya sebagai pengusaha yang sukses dinilai sangat mampu untuk memimpin Jawa Timur yang menginginkan perbaikan ekonomi dan peningkatan penghasilan masyarakat Jawa Timur," imbuhnya.

Kesimpulannya, jelas Andri, temuan survei IDM  tersebut menunjukkan bahwa publik Jatim semakin menginginkan kinerja Pemprov Jawa Timur dalam membuat kebijakan-kebijakan yang bisa memberikan dampak ekonomi yang lebih baik pada masyarakat sebagai dasar untuk menentukan pilihan. Kinerja yang dimaksud Andri adalah terkait penyelesaian permasalahan peningkatan ekonomi masyarakat, inovatif, dan kreatif.

"Kinerja dan pengalaman serta latar belakang tokoh sangat berkaitan dengan akseptabilitas dan kapabilitas kriteria tokoh, ini penting untuk didorong agar kontestasi Pilgub Jatim tidak melulu bersandar pada popularitas dan elektabilitas," demikian Andri Gunawan. (rilis/R)

Tidak ada komentar


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.