Header Ads

Front Pemuda Madura Dukung Khofifah Pimpin Jawa Timur


PortalPilkada.Id | Front Pemuda Madura (FPM) dengan tegas mengambil sikap mendukung Menteri Sosial sekaligus Ketua Umum Muslimat NU, Khafifah Indar Parawansa sebagai calon gubernur Jatim.

Ketua Umum FPM, Asep Irama menyebut Jawa Timur tahun 2018 layak dipimpin wanita. Bahkan ia mengatakan dukungan itu juga sebagai upaya untuk menciptakan percepatan pembangunan di Jawa Timur, termasuk di Madura.

“Madura dibandingkan daerah lain di Jawa Timur termasuk daerah terisolasi. Buktinya dengan masuknya dua kabupaten di Madura dalam kategori tertinggal,” katanya.

Front Pemuda Madura menilai Ibu Khofifah mampu mengangkat harkat hidup warga Jatim, utamanya Madura. Karena dalam kepemimpinan yang sekarang menurutnya kurang mendapat perhatian. Bahkan empat Kabupaten di Madura Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih di angka 6,2. Padahal rata-rata Kabupaten/Kota di Jawa Timur sudah di angka 7,2.

“Bukti ini semakin menunjukkan bahwa dalam 10 tahun terakhir, tidak ada pembangunan signifikan di Jawa Timur yang dilakukan oleh gubernur/wakil gubernur,” sesalnya.

Dalam kesempatan ini, FPM berharap agar Khofifah hendaknya mempertimbangkan untuk merangkul tokoh Madura yang berasal dari etnis Madura, karena peta politik di Jawa Timur menempatkan kawasan tapal kuda sebagai daerah potensial yang gemuk suara.

Daerah tapal kuda, imbuh Asep, sebagian besar terdiri dari etnis Madura. Sehingga bahasa, kebudayaan dan pola relasi sosial kental dengan nuansa ke-Madura-an.

“Hampir 60 persen penduduk Jawa Timur bermukim di tapal kuda,” terangnya. Daerah tapal kuda membentang dari Madura dengan empat Kabupaten, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, Pasuruan, Jember, Lumajang dan Banyuwangi.

“Ini jelas kantong suara yang signifikan. Meskipun punya potensi suara yang besar tapi tak mudah masuk ke wilayah tapal kuda. Sebab, di wilayah itu primordialisme dan kesukuannya sangat tinggi,” katanya.

Tidak ada komentar


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.