Header Ads

Gerakan Hadang Dedi Makin Meluas, KH Syirodjudin: Ulama Siap Kawal Pilkada Jabar


PortalPilkada.Id | Keinginan Partai Golkar untuk mengusung Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sepertinya bakal kandas. Hal itu dikarenakan makin meluasnya penolakan ormas Islam di Jawa Barat.

Wakil ketua Gema Jabar KH Syirodjudin, bahkan menyatakan akan membuka jaringan dan posko hingga  ke pelosok kota dan kabupaten.

"Orang buta itu kehilangan tongkat hanya sekali, begitu juga soal Pilkada, jangan sampai kita salah pilih pemimpin untuk yang kedua kalinya," tegas Kiai Syirodjudin, hari ini.

Dia mencontohkan, Purwakarta yang dulunya terkenal dengan Kota Tasbih, semenjak dipimpin Dedi Mulyadi berubah menjadi Kota Patung.

”Meski patung ini hanya sebuah simbol, tapi ini bertentangan dengan umat Islam yang ada di Purwakarta. Nabi Ibrahim saja dulu menghancurkan patung, ini (dia) malah membangun patung,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Pilgub Jabar ini sangat penting. Jawa Barat sebagai provinsi yang memiliki jumlah penduduk terbesar di Indonesia jangan sampai dipimpin oleh orang yang senang buat gaduh umat Islam. Dalam hal ini, ulama siap kawal Pilkada Jabar.

Tahun lalu, kata Syirodjudin, Umat Islam di Purwakarta dibuat gaduh dengan banyaknya patung. Apalagi kalau memimpin Jabar, akan membuat gaduh seluruh umat Islam yang ada di Jabar. Itu tak boleh terjadi.

”Ini persoalan aqidah umat Islam. Mudah-mudahan partai Golkar ini bisa mendengarkan aspirasi para ulama di Jabar. Terkait siapa yang akan ditentukan oleh DPP terserah, yang penting jangan Dedi Mulyadi,” katanya.

Penolakan ulama dan ormas islam jawa barat, menurut Kiai adalah sebuah jihad fisabilillah.

”Gerakan kita ini pasti akan dinilai negatif oleh sebagian masyarakat. Tapi ini risiko sebuah perjuangan. Insya Allah mendapatkan ridha dari Allah,” tegasnya. (MCA/R)

Tidak ada komentar


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.