Header Ads

Gus Ipul Diragukan Menangi Pilgub Jatim


PortalPilkada.Id | Lembaga Jaringan Suara Indonesia (LJSI) menggelar survey untuk menakar keterpilihan para tokoh Bakal Calon Gubernur Jawa Timur.

Survey yang digelar pada tanggal 3 sampai 10 Agustus ini mengusung tema Suara Masyarakat Jawa Timur Memilih Gubernur Jawa Timur 2018-2023. Survey ini diadakan di 29 Kabupaten dan 9 Kota di Jawa Timur dengan metode wawancara tatap muka kepada 1.613 responden yang sudah memenuhi hak pilih.

Direktur LJSI, Fahrurizal Fan menyampaikan, dari 1613 responden hanya 57,3% yang mengetahui akan adanya Pemilihan Gubenur Jawa Timur pada Juni 2018.

"Sementara sisanya sebanyak 42,7% responden sama sekali tidak tahu akan adanya Pilgub pada tahun depan, tentu saja hasil survey ini menunjukkan kalau KPU kurang bersosialisasi," katanya dalam keterangan persnya, Senin (14/08).

Hasil survey mengenai tingkat popularitas tokoh, kata Fahrurizal, menunjukkan bahwa Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mendapat persentase sebesar 71,2%.

"Di samping itu, ada Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattalitti yang tingkat popularitasnya 74,3%, tingkat popularitas dari Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa yang sudah dua kali menjadi Cagub Jatim yaitu 76,2%, sedangkan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini memiliki tingkat popularitas 70,4%," paparnya.

Dari tingkat akseptabilitas, masyarakat Jawa Timur, berdasarkan hasil survei LJSI, menunjukkan bahwa 85,2% masyarakat Jatim justru lebih memilih La Nyalla Mattaliti, disusul dengan Tri Rismaharini dengan persentase sebesar 74,3%. Sementara itu Khofifah Indarparawansa mendapat 73,8% mengalahkan Gus Ipul yang hanya meraih 72,3%.

Soal kemampuan atau kapabilitas tokoh-tokoh bakal calon gubernur ini di kalangan masyarakat Jawa Timur, Fahrurizal mengatakan, peringkat tertinggi masih diraih oleh La Nyalla Mataliti.

"La Nyalla dianggap sebagai tokoh yang paling dianggap mampu untuk mengatasi persoalan ekonomi dan sosial di masyarakat Jatim, hal ini tergambar dalam jawaban responden yang memberikan nilai kapabilitas sebesar 86,4%, disusul Khofifah dengan perolehan 82,1%, Tri Rismaharini sebesar 80,3%, dan Gus Ipul sebesar 78,3%," katanya.

Fahrurizal menyebut, hasil ini menunjukkan bahwa petahana Wakil Gubernur Jawa Timur selama ini tidak terlalu banyak ikut serta dalam mengambil keputusan dalam pemerintahan Gubernur Soekarwo.

"Sehingga Masyarakat Jawa Timur justru malah meragukan kemampuan Gus Ipul menjadi Gubernur Jawa Timur, ia akan sulit untuk bisa terpilih sebagai Gubernur karena harapan masyararakat Jawa Timur tidak ada dalam sosok dan kemampuan Gus Ipul untuk menjadi Gubernur Jawa Timur," tutupnya.

(MCA/ Sumber: Dakta)

Tidak ada komentar


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.