Header Ads

KPU Jabar akan Luncurkan Aplikasi Pilkada Serentak 2018

PortalPilkada.Id | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat akan meluncurkan aplikasi yang berisi informasi kepemiluan dalam menghadapi Pilkada Serentak 2018.

Komisioner KPU Jabar, Aang Ferdiman mengatakan aplikasi sistem informasi berbasis tempat pemungutan suara (TPS) itu dibutuhkan KPU untuk menunjang Pilgub dan Pilkada 16 Kabupaten/Kota di Jabar Tahun 2018.

Selainj itu, KPU Jabar ingin memiliki data berbasis TPS secara geografis. Sehingga data-datanya itu bisa lebih terperinci.

"Kami ingin datanya terinci dengan baik, sekarang kan datanya masih berdasarkan kabupetan/kota," katanya kepada wartawan di Bandung, Selasa (1/8/2017), seperti dirilis laman resmi Pemprov Jabar.

Guna menunjang rencana ini, KPU akan bekerja sama dengan ITB untuk membuat aplikasi, apabila ada yang membutuhkan data di satu desa lengkap data keseluruhan TPS.

Langkah itu dilakukan, mengingat jumlah TPS bisa lebih dari 5000. Sehingga, apabila datanya sudah lengkap bisa langsung disampaikan kepada masyarakat.

"Dengan adanya aplikasi kepemiluan ini, bisa mengoreksi dengan mudah, penyelesaian masalah pun bisa lokal, tidak sampai mengganggu TPS lain," ungkapnya.

Menurutnya, sistem Pemilu di Indonesia masih berbasis TPS. Jika data TPS detail dan akurat, maka data nasional pun akan baik. Namun yang terjadi sekarang, dari unit terkecil ke level besar masih dilakukan secara manual.

"Selama ini kita punya data nasional, kalau di unit terkecilnya bagus maka data unit ke terbesarnya akan baik. Sekadang kita punya agregat, tapi dari unit paling kecil ke besarnya masih harus manual," paparnya.

Aang menambahkan melalui aplikasi pilkada serentak tersebut, masyarakat bisa langsung mengakses kebutuhan informasi tentang pemilu.

"Masyarakat nanti bisa mengakses tentang informasi pemilu melalui aplikasi ini," pungkasnya. (Rilis)

Tidak ada komentar


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.