KPU Majalengka Jalin Kerjasama Hukum dengan Kejari


PortalPilkada.Id | Ketua KPU Kabupaten Majalengka Supriatna SAg mengatakan kendala yang dihadapi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Majalengka periode sekarang, yakni tidak ada komisioner yang basic pendidikannya di bidang hukum. Padahal pemilihan umum termasuk pilkada serentak cukup rentan dengan persoalan hukum.

Demikian hal tersebut disampaikan Supriatna ketika mengunjungi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Majalengka dalam rangka sosialisasi tahapan Pilkada serentak, kemarin.

Secara terbuka ia menyatakan bahwa di antara para komisioner tidak ada sarjana hukum dan di sekretariat hanya satu sarjana hukum, sehingga memerlukan pandangan-pandangan hukum dari pihak Kejari terutama soal eksekusi anggaran maupun hal-hal yang memerlukan penafsiran lebih lanjut terhadap produk-produk hukum yang mesti dijalankan KPU.

“oleh karena itu, kedepan diharapkan KPU dengan kejari bisa menjalin kerja sama, bentuknya pendampingan atau bagaimana nanti dibicarakan lebih lanjut," katanya.

Dia berharap, Walaupun di antaranya ada kesulitan sesama lembaga vertikal terutama soal pendanaan.

"Disamping hal-hal yang lain, yang kami butuh secara hukum, karena Pilkada ini rawan konflik,” imbuhnya.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Majalengka Hasbih SH mengatakan, dia memiliki pengalaman ketika bertugas di Payakumbuh Sumatera Barat. Kegiatan pilkada bupati, gubernur bahkan Pilpres, KPU tidak berkunjung.

"Padahal banyak problem hukum diantaranya perdata, tata usaha negara sampai pidana. Sehingga kami sangat mengapresiasi upaya KPU Majalengka ini," katanya.

Mednurutnya, Komisioner itu hanya teknis pelaksana, sementara pengadaan dan lain sebagainya oleh sekretariat.

"Kami mengingatkan dalam upaya preventif, jangan sampai ada perbuatan melawan hukum. Ini bukan mengajari. Lain waktu kami terbuka untuk konsultasi dan koordinasi, pendampingan dan lainnya,” jelasnya.

0 Response to "KPU Majalengka Jalin Kerjasama Hukum dengan Kejari"

Posting Komentar


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel