Header Ads

MUI Bantah Dukung Dedi Mulyadi Maju di Pilkada Jabar


PortalPilkada.Id |
Ketua II Dewan Pembina Majelis Ulama Indonesia (MUI) Purwakarta, KH Nana Suryana membantah klaim Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang ingin maju di Pilgub Jabar 2018.

"Tak benar itu, kalau disebut MUI dan umat di Purwakarta mendukung Pak Dedi untuk maju sebagai calon Gubernur Jawa Barat. Yang ada justru sebaliknya, MUI berharap Pak Dedi legowo untuk tak nyalon, karena hanya akan meresahkan umat," tegas Kiai Nana, hari ini.

Hari ini, Persatuan Ulama Purwakarta kembali mendatangi DPP Golkar, di Slipi Jakarta. Para ulama ini ingin melaporkan tindak tanduk Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi yang juga kandidat Calon Gubernur Jawa Barat yang dianggap meresahkan.

Ketua Persatuan Ulama Purwakarta, KH Asep Djamaludin di DPP Partai Golkar, menyatakan bahwa hasil muzakarah para ulama, pesantren dan ormas islam yang ada Purwakarta, Dedi Mulyadi tidak layak menjadi calon Gubernur Jawa Barat.

"Dedi dianggap banyak melanggar kaidah islam dengan berbagai kegiatan dan sikapnya," terang Kiai Asep.

Menurut ulama, imbuhnya, Dedi tidak layak, karena banyak berseberangan dengan apa yang diharapkan ulama. Conbtoh paling fatal seperti masalah akidah islamiyah gitu, banyaknya sekarang hal hal yang bikin rusak umat islam, seperti kemusyrikan.

Baca juga: Ulama dan Persatuan Pondok Pesantren Jabar Keluarkan Petisi Tolak Dedi Mulyadi

Sebelumnya, Para pemimpin pondok pesantren Purwakarta yang tergabung dalam Persatuan Ulama Purwakarta (PUP) mengeluarkan petisi penolakan terhadap pencalonan Dedi Mulyadi menjadi Gubernur Jawa Barat.

Petisi yang dibuat pada 17 Agustus itu, dibacakan KH Syah Alam Ridwan Al Fattah, Pimpinan Pondok Pesantren Al Islam dalam acara mudzakaroh siang tadi, Selasa (22/8), di Pondok Pesantren Darul Hikmah, Jalan Raya Sadang–Cibatu KM 12 Desa Karyamekar, Kecamatan Cibatu, Purwakarta.

Selain dihadiri puluhan pemimpin pondok pesantren itu, acara mudzakaroh juga diikuti perwakilan pondok pesantren dari Bandung, Karawang, dan Subang.

Lembar petisi yang diterima redaksi, intinya berisi penolakan terhadap Dedi Mulyadi karena dituding telah menistakan agama Islam.

Perlu diketahui bahwa Petisi ini dibuat sebagai bentuk kepedulian dan tanggungjawab ulama terhadap umat Islam.

Selain selembar petisi, juga terlampir delapan halaman lainnya yang diantaranya memuat struktur kepengurusan PUP, dan pernyataan ulama terkait patung-patung juriq yang bertebaran di kota Purwakarta. (R-007)

Tidak ada komentar


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.