Header Ads

Setelah Tolak Ridwan Kamil, PDIP Juga Mempertimbangkan Tolak Dedi Mulyadi


PortalPilkada.Id | Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)  Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya masih berambisi mengisi posisi calon gubernur Jawa Barat periode mendatang.

Sebagai Partai yang memiliki 20 kursi di DPRD Jawa Barat, PDIP berkeyakinan mampu mengusung jago-nya sendiri. Saat ini, PDIP telah mempersiapkan tiga calon kader yang juga didukung akar rumput warga jawa barat, mereka yang masuk bursa itu yakni TB Hasanuddin, Puti Guntur Soekarnoputri dan Bupati Majalengka Sutrisno.

"Tentu saja dalam perspektif yang ideal kami menargetkan posisi gubernur, karena kami bisa maju sendiri. Tapi harapan dan keinginan politik kami dibatasi oleh kehendak rakyat," kata Hasto kepada awak media di Kantor DPP PDIP, Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, Hasto memastikan bahwa PDIP tidak akan mencalonkan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebagai bakal calon gubernur yang akan diusung. Pasalnya, Ridwan Kamil telah memutuskan maju sebagai calon gubernur, meski PDIP diakuinya telah berkomunikasi dengan Wali Kota Bandung tersebut.

"Kami tidak bisa untuk melanjutkan dialog-dialog bagi mereka yang telah memutuskan dirinya untuk menjadi calon gubernur tanpa melibatkan kami," jelas Hasto.

Sepertinya, ketentuan itu juga berlaku bagi Partai Golkar yang kekeuh mengusung Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di ajang Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018, meski sudah ditolak para Ulama Jawa Barat.

Baca juga: Gerakan Hadang Dedi Makin Meluas, KH Syirodjudin: Ulama Siap Kawal Pilkada Jabar

Menurut Hasto, keputusan siapa calon Gubernur Jawa Barat akan diumumkan kemudian, apakah akan mengusung kader sendiri atau tokoh lain yang diterima warga jawa barat.


Tidak ada komentar


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.