Mathius Awitauw Terancam di diskualifikasi sebagai calon Bupati Jayapura


PortalPilkada.Id |
Bawaslu RI merekomendasikan pembatalan Mathius Awitauw sebagai calon bupati Jayapura, Papua.

Demikian disampaikan lawan Mathius yang merupakan calon bupati nomor urut tiga Godlief Ohee.

"Kami bersyukur bahwa hari ini Bawaslu RI telah mengeluarkan rekomendasi kepada KPU RI terkait pengaduan kami dengan mendiskualifikasi Mathius Awitauw sebagai calon bupati Jayapura," kata Godlief kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/9).

Menurutnya, rekomendasi Bawaslu tertuang dalam surat Nomor 0835/K.Bawaslu/PM.06.00/IX/2017 tertanggal 20 September 2017 dan ditandatangani Ketua Bawaslu Abhan.

Ada dua poin yang disampaikan Bawaslu dalam rekomendasi tersebut.

Pertama, calon bupati Jayapura nomor urut dua atas nama Mathius Awitauw terbukti melakukan pelanggaran terhadap pasal 71 ayat 2 UU 10/2016.

Kedua, memerintahkan KPU Provinsi Papua melalui KPU RI untuk membatalkan Mathius Awitauw sebagai calon bupati.

"Saya harap KPU segera menjalankan rekomendasi Bawaslu RI ini agar proses demokrasi di Kabupaten Jayapura berjalan lebih baik dan tidak terciderai oleh praktik kotor yang melanggar undang-undang," pinta Godlief.

Rekomendasi Bawaslu ini, imbuh Godlief, sekaligus menegaskan bahwa jerih payah pihaknya melawan permainan kekuasaan yang dilakukan oleh calon petahana mulai membuahkan hasil.

"Dia melakukan berbagai cara untuk mempertahankan kekuasaannya, berbagai aturan ditabraknya," bebernya.

Godlif sebelumnya mengadukan Mathius Awitauw ke Bawaslu RI, terkait tindakan yang mengganti sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Jayapura. Sejumlah pejabat yang diganti yaitu kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan melalui keputusan Nomor: SK.821.2.09-09, kepala Bidang Perindustrian pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan melalui keputusan Nomor: SK.821.2-40 dan direktur RSUD Yowari melalui keputusan Nomor: SK.821-2-10 pada 29 Agustus 2017.

Padahal semestinya, Mathius selaku bupati Jayapura tidak boleh melakukan pemberhentian atau pergantian pejabat karena masa jabatannya baru berakhir pada 5 Oktober 2017. Sehingga hal tersebut dinilai telah melanggar pasal 71 ayat 2 UU 10/2016 yang melarang calon petahana melakukan pemberhentian atau pergantian pejabat enam bulan sebelum penetapan sebagai calon sampai akhir masa jabatan.

"Masalah ini buktinya jelas, peristiwanya jelas dan normanya juga sangat jelas sehingga tidak perlu proses yang bertele-tele. Pejabat yang diganti tersebut beberapa hari lalu telah mendatangi Kemendagri untuk melaporkan masalah ini, dan salah satu pejabat di Kemendagri menyatakan pemberhentian dan pergantian tersebut tidak melalui persetujuan mendagri," jelas Godlief .

Dia juga mengaku melaporkan kasus tersebut ke Bawaslu RI karena Bawaslu Provinsi Papua tidak lagi netral dalam melakukan pengawasan.

Banyak pelanggaran yang dilaporkan calon lain tetapi mentah di Bawaslu provinsi dengan alasan bermacam-macam. Ini juga yang menyebabkan ketua dan anggota Bawaslu provinsi menghadapi sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena tidak menindaklanjuti laporan pemalsuan Formulir C1 hologram yang terjadi secara masif dan telah dilaporkan oleh calon lain.

"Sekarang kami jadi lebih optimis ternyata para komisioner Bawaslu RI adalah figur yang memiliki kapasitas, kapabilitas dan integritas yang tidak perlu diragukan. Semoga KPU segera mengeksekusi rekomendasi Bawaslu ini dalam waktu yang secepat-cepatnya," demikian Godlief.

0 Response to "Mathius Awitauw Terancam di diskualifikasi sebagai calon Bupati Jayapura"

Posting Komentar


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel