Golkar Dukung Emil di Pilgub Jabar, Pengamat: Dulu Dukung Ahok Saja Kalah


PortalPilkada.Id |
Pengamat Politik Universitas Jayabaya Igor Dirgantara menilai sikap Partai Golkar yang mengusung Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur Jawa Barat dalam pilkada Jawa Barat 2018 langkah blunder.

"Itu langkah yang sembrono, karena Ridwan bukan merupakan kader dari partai berlambang pohon beringin tersebut," katanya, hari ini.

Menurut Igor,  Golkar adalah partai kader. Oleh karena itu, selayaknya Golkar mengusung kadernya sendiri. Kader yang potensial itu Dedi Mulyadi. Apalagi yang bersangkutan selain juga pengalaman sebagai kepala daerah juga Ketua DPD Jawa Barat.

Igor menyayangkan Golkar sudah teken SK untuk Emil. Semestinya Golkar bisa belajar dari pengalaman saat Pilkada DKI Jakarta 2017 saat mengusung pasangan Basuki-Djarot.

"Golkar mendukung figur yang populer ketimbang kadernya sendiri dan akhirnya kalah. Jadi keputusannya ini sangat oligarki, sangat sentralistik dan sembrono.” tegasnya.

Menurut Igor, Golkar tidak mendengarkan aspirasi kadernya, ini ironis. Suara Golkar suara rakyat tapi tidak pernah mendengarkan suara rakyat.

Sebelumnya, Sekjend Partai Golkar Idrus Marham mengatakan keputusan partainya untuk mengusung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Pilkada Jawa Barat sudah final dan mengikat bagi semua kader.

Termasuk hal ini juga berlaku pada Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi selaku kader Golkar, yang sebelumnya mewacanakan diri maju dalam Pilgub Jabar.

"Sebelum diambil keputusan semua bebas berwacana, tapi setelah diambil keputusan maka seluruh keluarga besar Golkar harus ikuti seluruh kebijakan partai yang diputuskan melalui proses demokratis," kata Idrus di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar, Jumat (27/10/2017).

0 Response to " Golkar Dukung Emil di Pilgub Jabar, Pengamat: Dulu Dukung Ahok Saja Kalah"

Posting Komentar


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel