PKS: Aher Masuk Dalam Bursa Pilres 2019


PortalPilkada.Id |
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan ternyata masuk dalam tiga kandidat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk diusung di Pilpres 2019. Dua nama lainnya adalah Presiden PKS, Shohibul Iman dan Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno.

"Salah satu figur yang bisa kami ajukan ada Presiden PKS, ada Gubernur Jabar, ada Gubernur Sumatera Barat, tokoh-tokoh yang punya kualifikasi cukup untuk dimajukan capres," kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, seperti dirilis dari Antara, Kamis (19/10/2017).

Namun, niatan itu akan sulit terealisasi karena aturan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) sebesar 20-25 persen. Aturan itu dianggap menutup ruang bagi calon presiden alternatif muncul.

"Kata kuncinya peraturan perudangan dengan ditetapkan PT 20 persen jadi susah. Ada kemungkinan tiga calon. Ketika kemudian ada calon yang kemudian mengambil partai yang dominan ya tinggal dua calon," tegasnya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua MPR ini mengaku tak sependapat jika kaderisasi partai politik dianggap menjadi penghambat muncul calon presiden dari kader-kader partainya. Masalahnya, justru terletak pada undang-undang itu sendiri.

"Menurut saya sebabnya bukan karena kaderisasi di parpol tapi karena peraturan perundangan membatasi," ujar Hidayat.

Hidayat mengklaim kaderisasi di partainya telah berjalan baik. Dia menyebut PKS mempunyai tradisi untuk ikut berkontribusi aktif dalam Pilpres, semisal menyiapkan nama-nama yang bakal diusung.

"Bahwa langkah yang kami lakukan itu sudah biasa. PKS saja kan dari dulu menyebut ketua partai sebagai presiden. Kami untuk hal semacam itu sudah menjadi tradisi," tukasnya.

0 Response to " PKS: Aher Masuk Dalam Bursa Pilres 2019"

Posting Komentar


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel