Pilgub Sulsel 2018: Nurdin Halid Janji akan Perhatikan Nasib Guru


PortalPilkada.Com |
Persoalan kesejahteraan masih menjadi persoalan pelik bagi tenaga honorer di Sulsel. Tak sedikit, guru atau pegawai honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun namun belum terangkat statusnya menjadi pegawai negeri sipil.

Akibatnya, kebutuhan pokok tenaga honorer saat ini masih jauh dari pemenuhan akibat rendahnya perhatian kesejahteraan. Demikian hal itu disampaikan bakal calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid, hari ini di Pasar Bengo, Bone.

“Banyak tenaga honorer kita sekarang ini pikirannya selalu mau jadi pegawai negeri. Itu normal karena kalau sudah jadi pegawai negeri, artinya sudah ada kepastian, sudah ada pemberian yang mencukupi atas jasa mereka,” katanya.

Sayangnya, imbuh Nurdin, persoalan pengangkatan pegawai negeri sipil bukanlah kewenangan pemerintah daerah, melainkan pemerintah pusat. Sehingga, pemerintah daerah tak mampu berbuat lebih demi menetapkan status pegawai negeri.

Terkait hal tersebut, Nurdin memberikan cara lain agar tenaga honorer tak lagi memusingkan status pegawai negeri sipil. Sebab, kesejahteraan mereka telah terjamin tanpa memperhatikan status kepegawaian.

"Kalau NH jadi gubernur nanti, kita akan perhatikan kesejahteraan tenaga honorer. Harus ada keseimbangan kesejahteraan antara honorer dan bukan,” pungkasnya.

Nurdin menilai, peningkatan kesejahteraan tenaga honorer menjadi hal urgen sebab perannya yang tak boleh dikesampingkan dengan pegawai negeri sipil.

“Karena tugasnya sama, hanya statusnya yang berbeda. Pegawai negeri mencerdaskan kehidupan bangsa melalui guru-guru. Honorer juga mencerdaskan kehidupan bangsa melalui guru honorer.” katanya. (R)

0 Response to " Pilgub Sulsel 2018: Nurdin Halid Janji akan Perhatikan Nasib Guru"

Posting Komentar


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel