Untuk Usung Prabowo, Gerindra Target 30 kursi di DPRD DKI pada Pileg 2019


PORTALPILKADA.ID | Ketua DPC Gerindra Jakarta Pusat Adriansyah menyatakan, tantangan ke depan untuk memenangkan pertarungan semakin berat, karenanya membutuhkan kesiapan kader sejak dini.

“Apalagi, pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 dilakukan secara serentak di Indonesia, sehingga membutuhkan strategi ekstra,” katanya pada acara rakor di Hotel NAM, Kemayoran, Sabtu (23/12).

Dia menyatakan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Jakarta Pusat menargetkan dapat meraih empat kursi di DPRD DKI pada pesta demokrasi 2019.

Untuk itu, mereka jauh-jauh hari menggelar rapat kordinasi dengan semua pengurus dari tingkat anak ranting sampai cabang untuk merapatkan barisan.

"Dengan memenangkan kursi legislatif di Jakarta, maka kesempatan untuk memenangkan Prabowo Subiyanto menjadi Presiden RI menjadi makin besar. Empat kursi dewan, saya rasa itu reaslistis untuk kemenangan Gerindra di Jakarta Pusat. Namun untuk meraih empat kursi tersebut tidak mudah, harus diperjuangkan dengan keras," ujarnya.

Untuk mencapai itu, di menyebut perlu pendekatan secara intens kepada para tokoh masyarakat. Hal itu merupakan kunci untuk bisa meraih target.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Syarif mengungkapkan, untuk memenangkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Gerindra harus memiliki bekal di legislatif, yaitu merebut kursi sebanyak-banyaknya di DPR dan DPRD.

Syarif yang juga Sekretaris Komisi A DPRD DKI itu menambahkan jika dalam Pileg 2014 Gerindra DKI mampu merebut kursi 15 kursi DPRD DKI, maka pada Pileg 2019 bertekad merebut 30 kursi DPRD DKI dari 106 kursi.

"Ini bukan hal yang tak mungkin. Pasti akan terjadi. Gerakan dari sekarang jaring pemilih,", pungkasnya.



0 Response to "Untuk Usung Prabowo, Gerindra Target 30 kursi di DPRD DKI pada Pileg 2019"

Posting Komentar


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel