Header Ads

Ikram Endus Aroma Politik pada Pelaksanaan Reuni Akbar SMP Amosilu


PortalPilkada.id | Nampaknya aroma konsolidasi salah satu bakal calon bupati tercium pada agenda Rencana kegiatan Reuni akbar SMP Amosilu, yang merupakan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tertua dikecamatan besulutu.

Persiapan Reuni yang dikerjakan dengan waktu sebulan ini dinilai sangat terburu-buru, terkesan tertutup dan syarat politis untuk ukuran persiapan kegiatan reuni akbar salah satu SMP Tertua dikabupaten konawe ini, ternyata menimbulkan kecurigaan dan tanda tanya oleh sejumlah Alumni.

Hal itu, diungkapkan Salah seorang Alumni SMPN 2 Sampara (perubahan nama pertama dari sebelumnya bernama SMP Amosilu), Muhamad Ikram Pelesa saat dihubungi oleh awak media melalui telepon selulernya, (Jum’at,26/01).

Ia menuturkan bahwa ada hal yang mencurigakan dan menimbulkan pertanyaan atas inisiasi pelaksanaan reuni akbar SMP Amosilu yang dinilainya terkesan terburu-buru dan sangat tertutup akses informasinya.

“Saya kaget juga, tiba-tiba dengar info dari teman bahwa ada kegiatan reuni SMP Amosilu bulan 2 nanti. Padahal saya lalu-lalang dikampung, masa info ini tertutup. Lagian kenapa mesti terburu-buru, kalau memang niat mereka fure reuni akbar," tutur Alumni Tahun 2007 ini.

Lanjutnya, ia melihat ada keanehan pada tema kegiatan tersebut yang menurutnya cenderung menggunakan tagline salah satu paslon Bupati Konawe.

“Itu juga kenapa pake tema kegiatan I LOVE KONAWE, kalimat itu nggak asing buat saya. Mirip tagline paslon bupati konawe”. Ujar Mantan Ketua Umum Mahasiswa Konawe dikendari (IPPMIK Kendari) ini.

Ia juga menyoroti munculnya nama camat besulutu sebagai penanggung jawab kegiatan reuni akbar dan tidak dilibatkannya kepala sekolah SMP 1 Besulutu (Nama Perubahan Kedua dari SMP Amosilu) selaku pemangku kebijakan sekolah itu. Serta Ketergantungan Panitia terhadap dalam menyesuaikam jadwal bupati konawe, Kery Saiful Konggoasa sebelum mengundurkan diri dari jabatannya, akibat maju kembali sebagai calon bupati konawe.

“Lucu saja, ini reuni SMP kok penanggung jawabnya pak Camat, mestinya kepala sekolah. Mereka inisiasi reuni akbar tapi pihak sekolah tidak dilibatkan. Anehnya, panitia bergantung dengan jadwal pak bupati, kata mereka kegiatan harus dilaksanakan sebelum pak kery diPlt-kan, inikan aneh, patut dicurigai," tegasnya

Wasekjend Bidang Hukum dan HAM PP GPII ini mengajak kepada seluruh Alumni SMP Amosilu untuk tidak hadir dalam acara reuni tersebut yang akan dilaksanakan pada tanggal 10 Februari 2018 bertempat di SMA 1 Besulutu, demi menjaga marwah almamater dari kepentingan politik kelompok tertentu.

“Sekiranya para Alumni SMP Amosilu tidak hadir dalam acara tersebut, Mari kita jaga marwah almamater SMP Amosilu dari dagangan politik praktis kelompok tertentu. Toh juga pelaksanaanya di SMA Besulutu bukan diSMP," Serunya (MIP/JNN)

Tidak ada komentar


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.