Header Ads

#JabarAsyik Kerahkan 1000 Relawan untuk Galang Suara


PortalPilkada.Id | Pasangan Cagub/Cawagub di Pilkada Jawa Barat 2018 yang diusung trio partai Gerinda-PKS-PAN, Mayjen TNI (Purn) Sudrajat dan Ahmad Syaikhu, sudah mulai start pasang strategi untuk pemenangan. Keduanya telah membentuk Relawan Sudrajat-Syaikhu (RSS) yang jumlahnya diklaim mencapai 1000-an lebih.

Dikatakan Ketua Umum RSS, Eko Teguh Wiyono, barisan RSS tersebut lahir karena adanya persamaan visi dan misi dari Mayjen TNI (Pur) Sudrajat dan Ahmad Syaiku, terkait  penentuan 5 tahun Jawa Barat kedepan.

“Sejak penetapan partai pengusung, kami langsung melakukan soskam Sudrajat-Syaikhu. Visinya jelas, ingin bebersih. Dan, Sudrajat–Syaikhu yang memang Nyunda pisan, merupakan harapan masyarakat Jawa Barat,” tegas Eko.

Ditambahkan dia lebih lanjut bahwa RSS akan bekerja keras merekrut sebanyak-banyaknya pemilih di Jawa Barat. “Bertujuan mengajak semua elemen masyarakat, agar dapat bersama-sama berjuang memenangkan Sudrajat-Syaikhu. Inshaa Allah, Asyik (Ajat-Syaikhu) Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2018-2023,” katanya.

Eko menegaskan kalau saat ini RSS telah menyediakan akun di media sosial facebook, twitter, whatsapp untuk melakukan sosialisasi dan perekrutan. Selain itu, RSS sejak penetapan Sudrajat-Syaikhu oleh PKS dan Gerindra serta didukung PAN, telah melakukan gerakan sosialisasi darat kepada masyarakat.

“Memperkenalkan siapa Kang Ajat (Sudrajat) dan Kang Ahmad kepada publik masyarakat Jawa Barat, telah kami lakukan sejak adanya penetapan dari partai pengusung yakni PKS dan Gerindra bersama PAN. Alhamdulillah, sambutan masyarakat terhadap Asyik, sangat baik dan membuat semangat kami terpompa untuk memastikan Juni nanti menjadi kemenangan Sudrajat–Syaikhu,” paparnya.(Rls)

Tidak ada komentar


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.