Ketua KPU Purwakarta Buka Suara, Ini Alasan Tolak Rustandie-Dikdik


PortalPilkada.Id | Ketua KPU Purwakarta Ramlan Maulana akhirnya buka suara soal ditolaknya berkas pendaftaran pasangan calon Rustandie-Dikdik Sukardi.

Ramlan menjelaskan, ada beberapa poin penting mengapa pihaknya menolak berkas pasangan calon yang diusung Partai Gerindra dan Hanura itu. Dia mengatakan, pasangan calon Rustandie-Dikdik diajukan oleh gabungan parpol yang salah satu parpol pengusungnya telah bergabung dengan gabungan parpol lain yang telah mendaftarkan bakal pasangan calon (bapaslon) tertentu.

“Prinsipnya KPU tidak bisa menerima pengajuan dua nama bapaslon yang diajukan parpol yang sama. Baik parpol itu bergabung dengan parpol lain ataupun tidak,” ujarnya, Kamis (11/1) siang.

Selain itu, lanjut dia, hasil komunikasi KPU Purwakarta dengan KPU RI dan KPU Provinsi Jabar,  adalah tidak dibenarkan jika satu parpol mendaftarkan dua bapaslon.

“Dan parpol tidak bisa membatalkan SK persetujuan bapaslon yang telah didaftarkan ke KPU.  Kami melaksanakan hal tersebut sesuai amanat regulasi,” ujar Ramlan.

Dihubungi secara terpisah, Rustandie, bakal calon yang berkas pendaftarannya ditolak KPU berencana akan melakukan upaya hukum. Namun dia tak merinci upaya hukum seperti apa yang hendak ditempuhnya.

Diberitakan sebelumnya, KPU Purwakarta menolak berkas pendaftaran Rustandie-Dikdik menyusul adanya dua SK dari sumber yang sama, yakni DPP Hanura. Sejauh ini, Ketua DPC Hanura R Priyatna Kusumah memilih bungkam tak berkomentar menyikapi persoalan tersebut.

Aksi bungkam, juga ditunjukkan oleh Partai Gerindra, parpol yang mengusung pasangan Rusandie-Dikdik.(bes/purwasuka)


0 Response to " Ketua KPU Purwakarta Buka Suara, Ini Alasan Tolak Rustandie-Dikdik"

Posting Komentar


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel