Petinggi Gerindra Sebut Hasil Survei SMRC Ngaco


PORTALPILKADA.ID | Hasil survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) rupanya membuat kuping elite Gerindra panas. Mereka tak percaya ihwal sigi SMRC, yang menyebut mayoritas responden menginginkan ketua umumnya, Prabowo Subianto menjadi pendamping Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang.

“Ah ngaco. SMRC salah terus, waktu Pilkada DKI Jakarta juga begitu,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono ketika dikonfirmasi, Selasa (2/1).

Ferry menambahkan, klaim SMRC yang menyebut swing voters Gerindra tinggi, juga patut dipertanyakan. Sebab, dirinya yakin belum ada pemilih partai Gerindra yang pindah ke lain hati.

“Kok? disebut memiliki swing voters banyak. Harusnya Partai Gerindra tidak memiliki swing voters,” tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif SMRC, Djayani Hanan mengatakan kalau mayoritas responden ingin Prabowo menjadi cawapres dari Jokowi. “Sekitar 66,9 persen responden setuju dengan kombinasi pasangan Jokowi-Prabowo sebagai capres dan cawapres itu periode Desember 2017,” ujar Djayadi dalam rilis survei di Kantor SMRC, Jakarta, Selasa (2/1).

Sementara jika eks Danjen Kopassus itu menjadi capres dan Jokowi menjadi cawapresnya, responden yang memilih sebesar 28,4 persen. Sedangkan yang tidak setuju apabila Jokowi berpasangan dengan Prabowo sebesar 4,7 persen.

Survei sendiri dilakukan tanggal 7-13 Desember 2017. Populasi dari survei tersebut adalah seluruh warga negara Indonesia yang sudah punya hak pilih dalam pemilu.

Responden dipilih secara random (multistage random sampling) dengan total 1220 orang. Responden yang dapat diwawancarai secara valid diketahui sebesar 1059 atau 87 persen. Jumlah responden itu yang kemudian dianalisis. Sementara margin of error dari survei tersebut sebesar lebih kurang 3,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (Sumber: JPNN)



0 Response to " Petinggi Gerindra Sebut Hasil Survei SMRC Ngaco"

Posting Komentar


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel