AJI Minta Bawaslu Evaluasi Wartawan Menjadi Panwas Pilkada


PortalPilkada.ID | Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar, Aqam Qodri Sopyan menegaskan, jurnalis sejatinya memposisikan diri sebagai jurnalis, penglahir karya jurnalistik.

Jika jurnalis "Berbaju" panwas atau PPK, PPL di pemilihan kepala Daerah (pilkada), sesunggunya kata dia, sudah bukan seorang jurnalis dan harus mundur dulu secara permanen.

"Jurnalis sejatinya memposisikan diri sebagai jurnalis, penglahir karya jurnalistik bagi publik. Jika jurnalis "berbaju" panwas atau apalah di Pemilu, sesungguhnya dia sudah bukan seorang jurnalis lagi," tegas Aqam.

Sementara itu, salah seorang News Ancor, atau pembaca berita, Agus mengatakan, sebaiknya tugas Panwas dan jurnalis itu harus dibedakan, seperti munculnya sebuah berita yang ditulis di media, yang terkesan membantu salah seorang kandidat melakukan sosialisasi.

Apalagi penulisnya itu adalah seorang penyelenggara pilkada seperti PPK, PPL, PPS yang merangkap wartawan dan Panwas di Jeneponto. Sebaiknya pihak panwaslu dan Bawaslu DKPP Sulsel segera melakukan evaluasi.

"Apa yang dikatakan ketua AJI Makassar itu benar, dan memang sebaiknya dari pihak jurnalis yang merangkap sebagai panwas, PPK, PPL, PPS harus tahu dirilah. Apalagi kalau sampai menulis berita kandidat yang terkesan membantu menyosialisakan salah seorang bakal calon bupati di Jeneponto," jelas Agus.

Dalam UU Pers kata dia, telah dijelaskan juga bahwa Pers Indonesia juga harus bisa menjadi wasit dan pembimbing yang adil, menjadi pengawas yang teliti dan seksama terhadap pelaksanaan pilkada, dan tidak justru sebaliknya.

"Menjadi pemain yang menyalahgunakan ketergantungan masyarakat terhadap media yaitu pers nasional, melaksanakan peranannya memperjuangkan keadilan dan kebenaran, itu ada pada Pasal 6 butir e UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers," ungkap Agus yang juga Ketua LSM Lingkar Turatea.

Informasi yang dihimpun Rakyatku.com, terdapat beberapa jurnalis di Jeneponto yang diduga kuat terlibat langsung sebagai penyelenggara di Pilkada tahun 2018. Itu beredar di Jeneponto salah satunya di Kecamatan Binamu, Kelara, Turatea, Rumbia, Bontoramba dan Tamalatea. (Rls/JNN)


0 Response to " AJI Minta Bawaslu Evaluasi Wartawan Menjadi Panwas Pilkada"

Posting Komentar


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel