Header Ads

Gagal Mediasi di KPU, Inilah Tudingan Miring ke Partai Bulan Bintang


PortalPilkada.ID | Lagi, Yusril harus menelan pil pahit atas hasil mediasi Partai Bulan Bintang (PBB) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Jakarta Pusat, Jumat (23/2/2018).

Pasalnya, mediasi terkait gagalnya verifikasi di Kabupaten Manokwari Selatan, penawaran Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra ditolak oleh KPU.

"Kami tawarkan jaminan terkait marwah KPU sekarang dan kewibawaan Bawaslu kami saran diverifikasi ulang dan apa hasilnya kita terima, kedua kita sarankan yang data oleh KPU provinsi yang belum diperbaiki maka dicoret saja. Tapi, Kedua usulan itu ditolak. Mediasi yang dilakukan gagal," kata Yusril.

Oleh karena itu, kata Yusril,  sengketa akan dilanjutkan pada proses ajudikasi atau lewat pengadilan.

“Kami akan mati-matian melawan KPU tanpa kompromi, bukan saja di Bawaslu, tetapi juga aspek-aspek pidana terkait KPU yang ada selama ini, juga akan kami buka sebagai bagian dari bentuk perlawanan kami kepada kezaliman,” ujarnya.

Atas gagalnya media ini, Kepada media Yusril mengatakan bahwa dirinya mendengar kabar bahwa PBB sengaja tidak diloloskan ikut Pemilu karena sikap kritisnya terhadap kekuasaan, dan pembelaannya yang tegas terhadap Islam, ormas – ormas Islam yang dizalimi, ulama-ulama yang dikriminalisasi dan pembelaannya terhadap aktivis yang dituduh makar.

Kemudian, kabarnya ada yang menghembuskan isue, partai-nya dituding bisa menjadi kekuatan politik Islam radikal. Padahal, menurutnya PBB adalah partai modernis, yang bersikap moderat dan menjunjung tinggi kemajemukan dan hak asasi manusia.

Meski demikian, Yusril enggan menanggapi tudingan miring itu. (R)

Tidak ada komentar


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.