Header Ads

Besok, KMPPI akan Menggugat PSI ke Bawaslu RI


PortalPilkada.Id | Pasca pertemuan Presiden Joko Widodo dengan pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), di Istana Negara, membahas pemenangan Pemilu 2018-2019 sampai pemenangan Presiden RI Joko Widodo 2 Periode, beberapa waktu lalu menimbulkan banyak pertanyaan masyarakat Indonesia terkait Indepedensi Presiden dalam menghadapi Pemilu serentak 2018 hingga Pilpres 2019. (4/3)

Menyikapi hal tersebut, Kesatuan Mahasiswa dan Pemuda Penjaga Indonesia (KMPPI) menilai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Presiden Joko Widodo telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH).

Dalam keterangannya kepada Pers, di dapatkan dalam bentuk Surat Pengaduan, KMPPI menerangkan bahwa Presiden RI telah melakukan PMH dengan tudingan diduga melanggar hukum dengan ketentuan Pasal 7A UUD 1945 dan akan diadukan kepada Mahkamah Konstitusi dan DPR RI serta MPR RI untuk memanggil Presiden RI melaksanakan Sidang Istimewa.

Selain itu, KMPPI juga mendesak presiden untuk turun dari jabatannya karena telah dinilai gagal dalam merawat dan menjaga demokrasi Indonesia dan telah mencontohkan melakukan perbuatan melawan hukum dan dinilai KMPPI sudah tidak layak memimpin Negara.

Disisi lain terdapat surat kedua yang pers terima KMPPI juga mendesak KPU RI dan Bawaslu RI untuk mendiskualifikasi Partai Solideritas Indonesia (PSI) karena telah melalaikan UU No 7 Th 2017 tentang Peserta Partai Politik dan menabrak sejumlah UU.

Terakhir KMPPI menerangkan akan mendatangi Kantor Bawaslu RI untuk melaporkan PSI dan Mahkamah Konstitusi untuk melaporkan Presiden RI pada 5 Maret 2018. (M Ichsan)

Tidak ada komentar


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.