Gerindra Rugi di Pemilu Legislatif Jika Prabowo Tak Maju Capres


PortalPilkada.ID | Hari ini, menurut rencana sebanyak 34 DPD Partai Gerindra bakal mendeklarasikan ketua umumnya Prabowo Subianto, sebagai calon presiden di 2019.

Namun hingga saat ini Prabowo Subianto belum menentukan sikap apakah bersedia, kembali maju di Pilpres 2019 mendatang.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin memprediksi, Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto tetap bakal maju sebagai calon presiden di Pilpres 2019 mendatang.

Prabowo diyakini maju sebagai capres meski elektabilitas nantinya tetap tak naik secara signifikan.

"Saya memprediksi Prabowo tetap akan maju sebagai capres. Sulit membayangkan kalau hanya menjadi king maker di Pilpres 2019," ujar Ujang kepada JPNN di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Berikut lima alasan Prabowo tak mungkin hanya menjadi king maker di Pilpres 2019:

1. Prabowo sampai saat ini tak memiliki anak ideologi yang elektabilitasnya mampu mengalahkan Jokowi. Selain itu, juga belum ada kader Gerindra yang elektabilitasnya menyaingi Prabowo.

2. Anies Baswedan memang diusung oleh Gerindra saat Pilkada Gubernur DKI Jakarta. Tapi mantan Mendikbud tersebut bukan kader Gerindra sehingga kecil peluang diusung jadi capres.

3. Gerindra akan rugi di pemilu legislatif jika Prabowo tidak maju capres. Pencalonan Prabowo sebagai capres bakal mendulang bonus elektoral bagi para caleg Gerindra.

4. Prabowo kelahiran 17 Oktober 1951. Peluangnya untuk maju dan terpilih sebagai presiden, sepertinya hanya tinggal di Pilpres 2019. Sulit membayangkan Prabowo melepaskan peluang yang ada

5. Seluruh kader Gerindra tetap menginginkan Prabowo maju sebagai capres.(JPNN/R)


0 Response to " Gerindra Rugi di Pemilu Legislatif Jika Prabowo Tak Maju Capres"

Posting Komentar


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel