Jelang pilkada, Jumlah Penderita Gangguan Jiwa di Tanggamus Meningkat


PortalPilkada.ID | Dinas Sosial Kabupaten Tanggamus akhir-akhir ini dipusingkan dengan meningkatnya jumlah orang gila yang berkeliaran di jalan. Kehadiran orang gila yang bersamaan dengan waktu Pilkada ini telah memaksa petugas Dinas Sosial harus bekerja ekstra. Pasalnya, hasil temuan dilapangan banyak orang gila yang "membanjiri" Tanggamus ada indikasi bukan warga atau penduduk asli Tanggamus. 

Akibat meningkatnya jumlah orang gila di Tanggamus telah memantik andrenalin petugas Dinsos, karena ketersediaan dana dan anggaran penanganan rehabilitasi penderita gangguan jiwa Kabupaten Tanggamus masih sangat minim.

Menurut Kepala Bidang Rehabilitasi Khairuz Zaman mendampingi Kepala Dinsos Drs.  Rustam, M. Pd. i,  menyatakan anggaran yang ada saat ini hanya untuk menangani penyembuhan atau rehabilitasi orang yang terkena gangguan jiwa sebanyak Sembilan (9) orang. 

Sedangkan melihat potensi warga di Tanggamus yang mempunyai sakit gangguan jiwa, seharusnya minimal anggaran yang disiapkan untuk merehab 15 orang gangguan jiwa.

"Mengapa kita targetkan minimal 15 orang yang terkena gangguan jiwa yang kita rehab setiap tahunnya, karena masih banyak warga kita yang mengidap sakit ini, dan mirisnya hampir seluruhnya adalah warga dari golongan kurang mampu, seperti tahun ini dari data kami saja untuk wilayah Kecamatan Kota Agung dan Gisting saja ada sekitar 15 orang yang perlu ditangani," katanya,  Senin (12/03/2018).

Khairuz Zaman menerangkan,  untuk penanganan warga penderita gangguan jiwa untuk tahun ini,  telah dilaksanakan di wilayah Kecamatan Kota Agung. Yang mana di Kecamatan Kota Agung tersebut, sebanyak 2 warga mengalami ganguan jiwa, telah di berikan terapi pengobatan gangguan jiwa di Yayasan Aulia Rahmah Kemiling Bandar Lampung.

"Dalam penanganan warga yang mengalami gangguan jiwa ini kami bekerjasama dengan pihak yayasan, yakni yayasan aulia rahmah di Bandar Lampung. Beberapa hari lalu,  dua warga gangguan jiwa di Kota Agung,  kita bawa ke yayasan,  karena dua warga dilaporkan sering menggangu tetangga dan warga sekitar," terangnya.

Khairuz Zaman menambahkan,  adapun mekanisme penanganan warga yang mengalami gangguan jiwa, yaitu berdasarkan laporan masyarakat dan juga dari penjaringan langsung kelokasi. Adapun dari laporan masyarakat ini,  akan ditindaklanjuti kepada keluarga penderita,  setelah pihak keluarga setuju untuk direhabilitasi, maka Dinsos akan berkoordinasi dengan yayasan untuk menjemput penderita. Dimana dalam penjemputan penderita gangguan jiwa ini,  yayasan telah menyiapkan personil terlatih dan mobil ambulan.

"Adapun penjaringan langsung,  yakni penderita kita temukan sendiri melalui pengamatan,  seperti si penderita berkeliaran dijalan, nah penderita kita tanya dimana rumahnya untuk mengetahui keluarganya,  jika pun belum bisa berkomunikasi, tetap kita bawa untuk diobati,  biasanya setelah beberapa hari bisa berkomunikasi, dan tak jarang rumah mereka bukan di Tanggamus,  malah dari luar Kabupaten," imbuhnya.

Diketahui untuk pagu anggaran dana rehabilitasi penderita gangguan jiwa sebanyak 9 orang di tahun 2018, sebesar Rp90 juta,  yakni masing masing mendapatkan biaya pengobatan Rp10 juta.  Biaya tersebut sudah termasuk biaya terapi pengobatan minimal 3 bulan, biaya makan dan menginap di Yayasan, sehingga pihak keluarga penderita tidak lagi memikirkan cost pengobatan.

"Rencananya kami akan menjaring orang yang menderita gangguan jiwa di Kecamatan Gisting,  tepatnya di areal Pasar Gisting,  sebab dari pengamatan ada penderita yang berkeliaran menggangu kenyamanan pengunjung pasar," jelasnya.

Jurnalis : Rendi Ronaldo/Azhimi
Editor : Niki Putune Sinten

0 Response to " Jelang pilkada, Jumlah Penderita Gangguan Jiwa di Tanggamus Meningkat"

Posting Komentar


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel