Header Ads

Kasus Nunik Dilanjutkan? Ini Kata Ketua KPK Agus Raharjo


PortalPilkada.ID | Kasus dugaan korupsi di Direktorat Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (P2KTrans) yang sempat menyeret nama Bupati Lampung Timur (non aktif) sekaligus Calon Wakil Gubernur Chusunia Chalim (Nunik) kembali dipertanyakan.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo mengaku belum mengetahui secara detail terkait kasus korupsi yang menyeret nama Nunik yang kala itu menjabat sebagai Anggota DPR RI.

“Kurang tahu, saya kan ada disini. Karena setiap harinya selalu saja ada pemeriksaan di kantor (KPK). Ada 70 ruang kamar masa harus dipelototi satu persatu,” kata Agus, usai acara penandatanganan komitmen dan rencana aksi pemberantasan korupsi terintegrasi Provinsi Lampung, di Balai Keratun, Lantai III, Rabu (11/4).

Agus Raharjo tidak berbicara jika kasus korupsi yang sempat menjadikan Nunik berstatus saksi itu diberhentikan. Bahkan dirinya menegaskan akan terus mengumumkan dan melakukan penyelidikan ke beberapa kepala daerah hingga para calon kepala daerah yang mengikuti kontestasi pilkada secara langsung.

“Kan beberapa sudah diumumkan, salah satunya Bupati Bandung Barat hingga walikota Malang. Pokoknya jika memang pantas dilakukan penyelidikan maka statusnya dinaikan penyelidikan langsung,” tegas Agus.

Seperti diketahui, Penyidik KPK memanggil Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim terkait kasus dugaan korupsi Direktorat P2KTrans. Chusnunia diperiksa sebagai saksi atas tersangka Charles Jones Mesang.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi atas tersangka CJM (Charles Jones Mesang),” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, pada 4 April 2017 lalu.

Dalam pemeriksaan ini, Chusnunia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan anggota Komisi IX DPR. Selain Chusnunia, penyidik juga memanggil dua orang PNS P2KTrans, yakni Bahtiar dan Titi Wahyuni.

Sumber : LampungCentre


Tidak ada komentar


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.